Manfaat Bekam yang Harus Kamu Ketahui

Selamat datang, pembaca yang budiman! Sudah pernah mendengar tentang metode pengobatan tradisional bernama bekam? Bekam adalah prosedur pengobatan yang dilakukan dengan menempatkan jarum kecil pada kulit agar mengeluarkan darah yang dianggap mengandung racun. Di Indonesia, bekam telah digunakan sejak lama sebagai sarana pengobatan alternatif, terutama untuk mengatasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan peredaran darah. Ternyata, ada banyak manfaat dari bekam yang harus kamu ketahui. Yuk, simak artikel ini sampai tuntas!

Pengenalan Bekam

Bekam adalah sebuah terapi tradisional dengan menggunakan cangkir vakum untuk menarik darah dari kulit. Terapi ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu di negara Timur Tengah dan Asia, namun kini semakin populer di seluruh dunia. Pada zaman dahulu, bekam digunakan oleh para tabib untuk mengobati berbagai macam penyakit, mulai dari migrain hingga gangguan pencernaan.

Cara kerja bekam cukup sederhana. Pertama-tama, seorang terapis akan menempatkan cangkir di atas kulit pasien. Lalu, terapis akan mengeluarkan udara dari dalam cangkir sehingga tercipta vakum. Vakum ini kemudian akan menarik darah dan merangsang sirkulasi darah di area yang diberikan bekam. Bekam dapat dilakukan di berbagai area tubuh seperti punggung, kaki, lengan, dan leher.

Ada dua jenis bekam yang umum dilakukan, yaitu bekam basah dan bekam kering. Bekam basah dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kulit, lalu menempatkan cangkir di atas sayatan tersebut. Salah satu manfaat dari bekam basah adalah dapat membantu mengeluarkan racun dalam darah. Sedangkan pada bekam kering, terapis akan meletakkan cangkir di atas kulit tanpa membuat sayatan.

Bekam sering kali dilakukan oleh para penggemar terapi alternatif yang mencari cara alami untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Meskipun terapi ini belum banyak diakui oleh dunia medis, namun banyak orang yang mengaku merasakan manfaat dari bekam. Manfaat yang didapatkan beragam, mulai dari meredakan nyeri hingga membantu mempercepat penyembuhan luka.

Secara umum, bekam diketahui dapat membantu meringankan gejala-gejala penyakit berikut:

1. Nyeri otot

Bekam dikenal dapat membantu meredakan nyeri otot karena dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah di area yang diberikan bekam. Bekam juga memiliki efek relaksasi pada otot-otot tubuh yang tegang akibat stres atau aktivitas fisik yang berlebihan.

2. Masalah pencernaan

Beberapa penggemar bekam menyatakan bahwa terapi ini dapat membantu meredakan gangguan pencernaan seperti sakit perut, sembelit, atau diare. Bekam dapat membantu meningkatkan aliran darah ke area perut, yang pada gilirannya membantu meningkatkan fungsi saluran pencernaan.

3. Penyakit kulit

Bekam basah terbukti dapat membantu melembabkan dan mengurangi peradangan pada kulit. Bekam basah terutama efektif untuk mengobati masalah kulit seperti eksim atau psoriasis.

4. Migrain

Beberapa penggemar bekam mengklaim bahwa terapi ini dapat membantu meredakan nyeri kepala dan migrain. Bekam dapat membantu mengurangi tekanan di dalam kepala, sehingga membantu mengurangi nyeri kepala.

5. Menstruasi

Bekam diketahui dapat membantu meredakan kram menstruasi dan nyeri pinggang akibat menstruasi. Terapi ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di daerah panggul, sehingga membantu mengurangi ketegangan dan nyeri pada saat menstruasi.

Itulah beberapa manfaat dari bekam yang cukup terkenal di kalangan penggemar terapi alternatif. Namun, perlu diingat bahwa bekam tidak cocok untuk semua orang. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau terapis sebelum mencoba terapi ini, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang dalam pengobatan menggunakan obat-obatan tertentu.

Cara Melakukan Bekam dengan Benar

Bekam, juga dikenal sebagai hijamah, adalah salah satu metode pengobatan alternatif yang bersumber dari tradisi Islam. Bekam menggunakan teknik tabung kaca atau bambu untuk membuat bekas pada kulit dan menarik keluar darah stagnan dari tubuh melalui luka bekas tersebut. Bekam dikatakan memiliki sejumlah manfaat kesehatan, karena membantu meningkatkan aliran darah dan sirkulasi udara di dalam tubuh, serta mengurangi gejala sejumlah kondisi medis. Berikut adalah beberapa cara melakukan bekam dengan benar untuk mendapatkan manfaat maksimal dari teknik pengobatan alternatif ini.

Variasi Metode Bekam

Ada beberapa metode bekam yang berbeda-beda, masing-masing memberikan manfaat dan risiko yang berbeda pula. Bekam kering adalah metode bekam tradisional yang melibatkan membuat bekas dengan menggunakan tabung kaca atau bambu dan menarik keluar darah stagnan. Bekam basah, di sisi lain, melibatkan membuat bekas pada kulit setelah diolesi minyak zaitun atau cairan lainnya untuk memudahkan aliran darah. Bekam basah dapat meningkatkan sirkulasi darah lebih efektif daripada bekam kering, tetapi juga lebih berisiko karena memungkinkan untuk terjadinya infeksi.

Persiapan Bekam

Sebelum melakukan bekam, pastikan untuk mempersiapkan peralatan yang Anda butuhkan. Anda akan memerlukan tabung kaca atau bambu untuk membuat bekas, kain steril untuk membersihkan luka bekas, kapas alkohol untuk membersihkan kulit sebelum bekam, dan sakelar api atau jarum untuk membuka hembusan angin di dalam tabung kaca atau bambu. Jangan lupa untuk mencuci tangan dan mempersiapkan ruang yang bersih dan tenang untuk melakukan prosedur bekam.

Persiapan Pasien

Sebelum melakukan bekam, pastikan pasien sudah siap dengan memudahkan akses ke area tubuh yang akan dicolok atau dibekam, misalnya memakai pakaian yang longgar atau melepas pakaian sebagian. Setelah kulit dirawat dengan kapas alkohol dan dibiarkan kering, bekam dapat dimulai dengan mengunakan tabung kaca atau bambu, yang akan menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan sesaat pada kulit ketika bekam dimulai.

Proses Bekam

Bekam dapat dilakukan pada beberapa area tubuh yang memerlukan pengobatan. Area punggung, perut, leher, lengan, dan kaki umumnya paling sering dibekam. Untuk memulai, gunakan tabung kaca atau bambu untuk membuat bekas pada kulit, dan gunakan sakelar api atau jarum untuk membuka hembusan angin di dalam tabung. Setela itu, hembuskan udara dengan satu pernapasan yang dalam ke dalam tabung dan biarkan untuk beberapa saat. Ini akan menarik keluar darah stagnan dari kapiler dan memperbaiki sirkulasi darah. Bekam biasanya dilakukan dalam beberapa kali sesi untuk mendapatkan hasil terbaik.

Perawatan Bekam

Setelah bekam selesai, pastikan untuk membersihkan bekas dengan kain steril dan jangan biarkan area tersebut terkena air selama beberapa jam. Pasien juga disarankan untuk minum banyak air putih dan beristirahat dengan cukup setelah prosedur bekam selesai. Bekas-bekas merah di kulit dan memar mungkin ditanggung selama beberapa hari setelah bekam, tetapi sebagian besar akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua minggu.

Bekam, seperti yang telah dijelaskan di atas, disebut-sebut memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang signifikan. Jika Anda tertarik untuk mencoba metode pengobatan alternatif ini, jangan lupa untuk melakukan persiapan dan prosedur bekam dengan benar dengan mengunakan teknik yang benar. Langkah-langkah di atas dapat membantu Anda dalam melakukan bekam dengan benar dan mendapatkan manfaat maksimal dari teknik pengobatan alternatif yang berguna ini.

Manfaat bekam untuk kesehatan

Bekam adalah salah satu metode pengobatan alternatif yang berasal dari tradisi dimana tabung kaca yang diletakan pada kulit yang kemudian dihisap untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Bekam telah digunakan selama ribuan tahun oleh berbagai budaya dan memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang terbukti.

Berikut ini adalah manfaat dari bekam untuk kesehatan :

Bekam membantu mengurangi rasa sakit

Bekam dikenal luas sebagai terapi yang membantu mengurangi rasa sakit. Terapi bekam dapat mengurangi nyeri pada otot atau sendi inflamasi. Bekam juga meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh yang membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan. Bekam juga dapat mengurangi migrain dan stres di beberapa kasus.

Bekam meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh manusia adalah pertahanan alami tubuh dari berbagai penyakit atau infeksi. Bekam membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan jumlah sel darah putih dan meningkatkan aliran darah. Bekam juga meningkatkan produksi antibodi dan kekebalan tubuh yang lebih tinggi di masa depan.

Bekam mengurangi gejala flu dan demam

Terkadang, saat kita flu atau demam, tubuh kita merespon dengan menciptakan peningkatan suhu tubuh. Bekam membantu mengurangi gejala flu dan demam dengan menenangkan tubuh dan mengurangi suhu yang tinggi. Bekam juga dapat mengurangi gejala batuk dan pilek yang mungkin disertai dengan flu atau demam.

Bekam meningkatkan kualitas tidur

Bekam membantu meningkatkan kualitas tidur dengan merangsang kelenjar pituitari di otak untuk melepaskan endorfin. Endorfin adalah senyawa kimia yang bertanggung jawab untuk membuat kita merasa rileks dan nyaman. Bekam juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, sehingga membantu membuat tidur lebih nyenyak.

Bekam membantu melancarkan pencernaan

Saat kita menderita masalah pencernaan, seperti sembelit atau sakit perut, bekam dapat membantu mengurangi gejala dengan meningkatkan sirkulasi dalam perut. Bekam membantu melancarkan aliran darah ke organ-organ dan jaringan di sekitar perut, sehingga membantu melancarkan pencernaan. Bekam juga dapat membantu mengurangi mual dan muntah.

Bekam membantu meningkatkan kesehatan kulit

Bekam membantu meningkatkan kesehatan kulit dengan membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah. Bekam juga membantu mengurangi gejala kulit kering dan gatal. Bekam digunakan oleh banyak orang untuk mengobati jerawat, eksem, dan psoriasis.

Itulah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari terapi bekam untuk kesehatan. Terapi ini memang masih kontroversial di beberapa negara, namun banyak orang yang merasakan manfaatnya secara pribadi. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba terapi bekam, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang serius.

Bekam sebagai alternatif pengobatan

Bekam adalah salah satu alternatif pengobatan yang sudah lama dikenal di Indonesia. Terapi ini menggunakan teknik penyedotan pada kulit dengan menggunakan alat khusus yang bernama bekam. Bekam diyakini dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti sakit flu, asam urat, migrain, dan masih banyak lagi. Bekam sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu “hijama” yang artinya adalah menghisap.

Bekam telah terbukti secara klinis dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, menghilangkan racun dalam tubuh, dan mengurangi rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Bekam sendiri dapat diterapkan pada berbagai bagian tubuh, seperti punggung, bahu, kaki, dan perut.

Bekam juga diyakini dapat membantu mengatasi masalah kecantikan. Bekam pada wajah misalnya, dapat membantu menghilangkan jerawat dan mencerahkan kulit wajah. Selain itu, bekam juga dapat membantu mengatasi masalah rambut, seperti rambut rontok dan ketombe. Bekam pada area kepala dapat merangsang pertumbuhan rambut dan memperlancar sirkulasi darah di area kepala.

Sejauh ini, bekam telah dikenal di masyarakat sebagai alternatif pengobatan yang efektif dan aman. Bekam tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya seperti obat-obatan kimia. Bekam juga dapat diterapkan pada semua usia, mulai dari anak kecil sampai lansia. Namun, tentu saja, sebelum melakukan bekam, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau terapis bekam yang terpercaya.

Bekam sendiri menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan, antara lain:

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Bekam dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Hal ini disebabkan bekam dapat membantu meningkatkan aliran darah dan menghilangkan toksin dalam tubuh. Dengan demikian, bekam dapat membantu meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan dalam memerangi infeksi dan penyakit.

2. Mengurangi nyeri dan rasa sakit

Bekam dapat membantu mengatasi berbagai macam rasa sakit pada tubuh, seperti sakit kepala, sakit pinggang, sakit punggung, dan lain-lain. Hal ini disebabkan bekam dapat merangsang pelepasan endorfin dalam tubuh, yaitu hormon yang berperan untuk meredakan nyeri dan rasa sakit.

3. Meningkatkan sirkulasi darah

Bekam dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dengan cara memperbaiki aliran darah dalam tubuh. Bekam dapat merangsang pelepasan zat prostaglandin dan histamin dalam tubuh yang berfungsi untuk memperkuat sirkulasi darah.

4. Menurunkan tekanan darah

Selain membantu meningkatkan sirkulasi darah, bekam juga diyakini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan bekam dapat merangsang pelepasan zat nitrat oksida dalam tubuh yang berperan untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

5. Menghilangkan toksin dalam tubuh

Bekam dapat membantu menghilangkan racun dalam tubuh, yang dapat membantu memperbaiki kerja organ-organ dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Bekam bekerja dengan memperbaiki sirkulasi darah, sehingga membantu mengekskresikan toksin dalam tubuh lebih efektif.

Itulah beberapa manfaat bekam sebagai alternatif pengobatan. Meskipun terapi ini sudah sangat dikenal di masyarakat, namun perlu diingat bahwa bekam tidak bisa menjadi satu-satunya pilihan dalam mengobati berbagai macam penyakit. Bekam sebaiknya hanya diterapkan setelah berkonsultasi dengan dokter atau terapis bekam yang terpercaya, dan selalu diimbangi dengan pola hidup sehat yang teratur, mulai dari pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan pemenuhan kebutuhan istirahat yang cukup.

Efek Samping dan Risiko Bekam bagi Kesehatan

Bekam, atau hijama dalam bahasa Arab, adalah suatu teknik pengobatan alternatif di mana kulit dipisahkan dari jaringan di bawahnya dengan menggunakan tabung kaca, atau “cangkir bekam”, dan kemudian dihirup sampai kulit tertarik ke arah atas. Metode ini diyakini dapat menjaga kesehatan tubuh serta mengatasi berbagai penyakit, termasuk sakit kepala, flu, asma, migrain, dan bahkan penyakit jantung.

Nama tersebut diambil dari kata “bikm” dalam bahasa Arab yang berarti “menarik,” yang menggambarkan proses bekam di mana kulit ditarik ke atas oleh vacuum yang tercipta di dalam cangkir bekam. Meskipun bekam telah digunakan selama ribuan tahun sebagai salah satu metode pengobatan utama di Timur Tengah dan Asia, ada beberapa efek samping dan risiko yang perlu diperhatikan sebelum mencoba bekam sebagai pengobatan alternatif.

1. Bekam dapat menyebabkan luka dan infeksi kulit

Saat bekam dilakukan, teknisi bekam akan membuat sayatan kecil di kulit Anda untuk memfasilitasi penempatan cangkir. Namun, sayatan kecil ini dapat menjadi tempat bagi bakteri untuk masuk ke dalam kulit dan menyebabkan infeksi. Jika cangkir bekam digunakan pada kulit yang sudah terluka atau tergores, maka risiko infeksi akan semakin besar.

Oleh karena itu, pastikan teknisi bekam yang Anda pilih memiliki sertifikasi yang sesuai dan alat yang steril untuk meminimalkan risiko infeksi. Jangan pernah memilih metode bekam yang tidak steril, seperti bekam dengan menggunakan cangkir bekam yang dipinjamkan dari orang lain atau dipakai secara bersama-sama.

2. Bekam dapat menyebabkan bekas dan rasa sakit yang berkepanjangan

Bekam dapat meninggalkan bekas merah atau bintik-bintik kecil di kulit, yang bisa tetap ada selama beberapa hari, bahkan berbulan-bulan. Bekas tersebut mungkin menjadi terlihat pada area kulit yang sensitif seperti wajah, dan bisa menciptakan rasa tidak nyaman secara estetika bagi seseorang.

Selain itu, bekam dapat meninggalkan bekas rasa sakit yang berkepanjangan pada bagian kulit yang tertarik. Ini biasanya terjadi pada prosedur bekam yang dilakukan pada kulit yang ada rasa sakit seperti punggung. Ini terjadi ketika aliran darah terganggu dalam jaringan kulit dan dapat bertahan hingga beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.

3. Bekam dapat memperburuk keadaan penyakit tertentu

Bekam tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi tertentu seperti mereka yang menderita hipertensi atau penyakit kulit. Bekam juga tidak boleh dilakukan pada area kulit dengan pembuluh darah varises atau di daerah luka bakar atau bekas luka operasi.

Jika Anda menderita penyakit tertentu, sebaiknya berbicara dengan dokter Anda sebelum mencoba bekam dan meminta saran medis yang lebih terperinci.

4. Bekam dapat menyebabkan reaksi alergi

Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap teknik pengobatan ini. Ini terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap cangkir bekam atau bahan kimia yang digunakan selama prosedur.

Jika Anda memiliki riwayat alergi atau pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu, sebaiknya hindari metode bekam atau bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat pengobatan ini.

5. Bekam dapat menyebabkan penggunaan jarum bekam yang tidak steril

Beberapa teknisi bekam mungkin menggunakan jarum bekam untuk melakukan tusukan kecil pada kulit sebelum melakukannya bekam. Namun, jarum bekam yang tidak steril dapat memperkenalkan bakteri dan virus ke dalam darah, menyebabkan infeksi serius seperti hepatitis, HIV, atau infeksi darah.

Jadi sebelum melakukan bekam pastikan bahwa teknisi bekam yang Anda pilih menggunakan jarum bekam yang steril dan tidak menggunakan jarum bekam yang sudah pernah dipakai sebelumnya.

Meskipun bekam dapat membantu memperbaiki berbagai kondisi kesehatan, Anda harus tetap waspada terhadap efek samping dan risiko. Pastikan Anda memiliki pengetahuan yang cukup tentang prosedur ini, dan bicarakan dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk mencoba upaya pengobatan ini.

Leave a Comment